Gerakan Internet Sehat: Optimalisasi Internet Sehat Dikalangan Remaja

3 Dec 2010

Perkembangan dunia saat ini memasuki era informasi, ini adalah konsekuensi dari revolusi digital yang berdampak merubah masyarakat industri menjadi masyarakat informasi. Internet telah banyak mengambil peran dalam kehidupan manusia, kendati misi awal internet hanya untuk membantu para peneliti dalam menyediakan sarana akeses data dari sejumlah sumber melalui perangkat-keras komputer yang mahal.

Sekarang internet telah berkembang menjadi ajang komunikasi yang sangat cepat dan efektif sehingga telah menyimpang jauh dari misi awalnya. Lalu, internet kini telah tumbuh menjadi sedemikian besar dan berdayanya sebagai alat informasi dan komunikasi yang tak dapat diabaikan.

Saat ini lagi marak-maraknya perusahaan yang terkait dunia internet menjadikan remaja sebagai objek pemasaran mereka, remaja adalah tambang emas paling potensial dalam mengeruk keuntungan bisnis mereka. Maka, tidak mengherankan jika selama ini perilaku online remaja selalu dijadikan sorotan utama untuk dikaji, baik oleh pihak pemerintah maupun lingkungan akademis.

Ini terlihat dari adanya UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) yang disahkan pemerintah sekitar bulan Maret 2008 yang salah satu pasalnya berisi mengenai larangan mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Remaja tidak seperti orang dewasa pada umumnya yang sudah bisa memfilter hal-hal baik ataupun buruk yang disuguhkan internet, remaja yang merupakan pengguna internet paling banyak justru sebaliknya. Remaja belum mampu memilah aktivitas internet yang bermafaat, mereka mudah terpengaruh lingkungan sosial tanpa mempertimbangkan terlebih dulu efek positif dan negatifnya yang akan diterima saat melakukan aktivitas internet.

Kekhawatiran menkominfo dengan UU ITE-nya ini merupakan hal wajar, karena remaja mudah sekali terpengaruh dampak negatif dari internet. Terlebih selama ini sudah banyak dilakukan penelitian tentang dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan internet dikalangan remaja, lebih-lebih pengaruh buruk akan hadirnya berbagai bentuk pornografi dan berbagai macam penyalah-gunaan layanan internet.

Sebagaimana yang dikatakan oleh beberapa ahli bahwa remaja yang memanfaatkan fasilitas internet sebaiknya perlu mendapatkan perhatian, karena melalui internet remaja tidak saja bisa mengakses sumber-sumber yang relevan dengan pendidikan, tetapi bisa juga dimungkinkan untuk mengakses sumber-sumber yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan atau bahkan bersifat negatif.

Oleh karena itu, perlu adanya gerakan Internet Sehat di kalangan remaja. Karena dari lebih 1 milyar website dan blog yang ada, hanya sekitar sekian juta saja yang menampilkan pendidikan yang dianggap cukup bernilai untuk anak SMP dan SMA.

Harusnya Internet Menyehatkan
Setiap tahunnya kebutuhan manusia terhadap internet semakin meningkat. Diperkirakan pada masa mendatang kehidupan manusia akan banyak ditandai dengan munculnya fenomena information superhighway, semakin melubernya information appliance, tergunakannya digital and virtual libraries dalam proses pendidikan dan pembelajaran, dan terwujudnya tele-working yang mengurangi pergerakan manusia ke perkantoran.

Agar pemanfaatan teknologi informasi ini dapat memberikan hasil yang maksimal maka dibutuhkan kemampuan pengelola teknologi komunikasi dan informasi yang baik yang dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan, baik untuk tingkat pembuat kebijakan pendidikan di daerah maupun pada tingkat sekolah.

Gerakan Internet Sehat ini dipandang perlu guna optimalisasi pemanfaatan fasilita-fasilitas internet secara positif dan mendidik dengan cara menyelenggarakan sosialisasi, mengajak para pemangku kepentingan, melakukan koordinasi yang sinergis dengan pihak-pihak lain yang terkait

Selain itu, pihak terkait harus mengadakan kegiatan monitoring secara selektif, preventif dan kuratif untuk mencegah dan menangkal penyebaran konten negatif internet yang dapat merusak nilai-nilai moral, agama, kesusilaan dalam masyarakat yang menjunjung tinggi adat dan budaya ketimuran.

Kita patut mencontoh Amerika, negara yang menjadi acuan sejauh mana kemajuan perkembangan internet dunia, memiliki lembaga riset tertentu yang secara khusus menyelidiki dampak penggunaan internet pada remaja, keluarga, masyarakat, dunia kerja, sekolah, dan layanan kesehatan yang bernama Pew Internet and American Life Project, dimana objek studi yang kerapkali dijadikan survei mereka adalah remaja.

Dan untuk Indonesia kita sudah punya LSM ICT Watch yang fokus pada gerakan Intetnet Sehat. LSM ICT Watch dibentuk pada tahun 2002 yang diawali dengan pembuatan tool untuk filtering dan pencetakan puluhan ribu brosur serta booklet tentang internet sehat. Dalam perkembangannya, kegiatan tersebut mulai diadopsi oleh Departemen Kominfo sejak tahun 2006 dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak terkait, termasuk beberapa penyelenggara telekomunikasi.

Tidak cukup sampai disitu, tantangan dalam dunia internet masih cukup komplek kendati pemerintah sudah mempunyai UU ITE. Pemeritnah harus lebih mengoptimalkan sosialisasi Internet Sehat, himbauan dan edukasi yang persuasif dan konstruktif pada publik dengan mengikut sertakan para stakeholders yang terkait, karena pada hakekatnya para pihak yang terkait dengan pengelolaan internet pun juga cukup efektif dan sangat bijaksana dalam melakukan self control dan self filtering.

Bagaimanapun hal ini adalah kewajiban pemerintah untuk melakukan pembinaan meski kadang sulit sekalipun, karena itu bagian dari tantangan yang harus dihadapi mengingat perkembangan tehnologi informasi ini sangat dinamis, penuh kreativitas dan invatif serta menyebabkan hubungan yang borderless.

Catatan Akhir
Di kalangan remaja penggunaan internet ada empat dimensi kepentingan; (1) Informasi (information utility), (2) Aktivitas kesenangan (leisure/fun activities), (3) Komunikasi (communication), (4) Transaksi (transactions). Meskipun dari keempat kepentingan penggunaan internet tersebut aktivitas-aktivitas internet yang dilakukan remaja lebih banyak ditujukan untuk aktivitas kesenangan (leisure/fun activities) dari pada untuk kepentingan lainnya.

Oleh karena itu, sekali lagi gerakan Internet Sehat itu harus lebih dioptimalkan lagi, pemerintah dan masyarakat harus bergandengan tangan. Orang tua harus mengawasi putra-putrinya dalam mengakses internet, para orang tua setidaknya juga harus mengetahui atau mengenal internet. Para orang tua seyogyanya juga harus mengetahui bagaimana atau cara-cara untuk melakukan kegiatan online. Sehingga peran orang tua di sini lebih maksimal karena mereka bisa menjadi teman berbagi atau bertanya jika mendapat kesulitan.

Untuk para profesional informasi, khususnya yang terkait dengan dunia internet dan pendidikan, sebaiknya lebih memanfaatkan situasi ini dengan menyediakan situs-situs edukatif yang memiliki content informasi yang relevan dengan kurikulum sekolah. Di samping itu, perlunya dilakukan sosialisasi situs-situs tersebut di sekolah-sekolah.

Daftar Pustaka
http://madina-sk.com/
http://palimpsest.fisip.unair.ac.id/

.

*) artikel ini diikut sertakan dalam Festival BLOG 2010oleh BlogDetik.com


TAGS Festival BLOG 2010


-

Author

Follow Me