Menggugah Kesadaran Pengendara Motor

15 Jan 2011

Tak perlu lagi kita menghitung berapa kecelakaan yang terjadi atau melihat berapa angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor. Seakan menjadi lumrah para pengendara motor yang memacu motor dengan ugal-ugalan, ngebut sembarangan di tengah keramaian, saling salip kiri salip kanan tanpa tanda ataupun kode lampu.

Kiranya saya tidak terlalu panjang lebar apalagi untuk mengajak berkendaraan aman, apalagi sampai membacakan Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan No. 22 Tahun 2009 seperti kebanyakan pihak berwenang. Sesungguhnya sudah banyak terpampang di spanduk tau baliho yang menghiasi perempatan jalan, tempel stiker, seminar-seminar, bahkan sosialisasi yang gencar soal keamanan berkendara, tapi hasilnya tetap nihil.

Keselamatan dalam berkendaraan harusnya menjadi resolusi tahun 2011 ini, berkendaraan secara bijak dan bertanggung jawab. Tidak membahayakan pengedara lain dan diri sendiri pun aman. Ini memang tidak mudah, sering kali terjadi pada diri kita sendiri ketika berada di tengah jalan semuanya seperti lupa akan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Tak pelak kita seringkali mengambil jalan orang lain.

Nyalakan Lampu Meski Siang Hari
Ini (menyalakan lampu utama di siang hari) memang sepele kedengarannya dan (kenyataannya) memang disepelekan oleh kebanyakan pengendara motor, kadang kita sendiri termasuk didalamnya. Sikap pengendara sepeda motor ini cukup mengkawatirkan.

Sesungguhnya tujuan menyalakan lampu utama di siang hari saat berkendaraan untuk mengurangi kecelakaan. Karena dengan menyalakan lampu di siang hari, maka motor akan terlihat oleh pengendara mobil atau kendaraan besar lainnya yang datang dari arah berlawanan ataupun dari arah belakang.

Selain itu, dapat mengurangi kecelakaan karena nyala lampu yang tertangkap mata, akan memberi rangsangan ke otak untuk mengambil tindakan, misalnya menghindar. Dengan lampu yang menyala, pengemudi mobil dari arah berlawanan atau pun belakang, bisa memperkirakan jarak antara motor dan mobilnya sehingga masih sempat mengambil tindakan agar tidak terjadi kecelakaan.

Menyalakan lampu utama motor di siang hari telah diatur dalam pasal 107 (2) UU No. 22/2009. Apabila pengendara sepeda motor melanggarnya, maka mereka diancam membayar denda sebesar Rp 100.000 atau pidana kurungan selama 15 hari.

Sebenarnya sosialisasi ini sudah banyak dilakukan oleh Satlantas Polda diberbgai belahan nusantara, tapi masyarakat tetap acuh tak acuh. Akibatanya pun kecelakaan yang sering terjadi banyak di kendaraan bermotor yang saling menyalip tanpa aturan.

Juga yang sering dilanggar pengguna motor ketika belok kiri secara langsung (bekitibolang), padahal itu tidak boleh. Selain itu, memasang sabuk keselamatan untuk pengendara mobil, dan menggunakan helm ber-SNI bagi pengenda sepeda motor. Hal ini sesuai pasal 112 (2) tentang bekitibolang, maka setiap pelanggar akan diancam hukuman denda Rp 500.000 atau pidana kurungan 2 bulan.

Sadarlah Kalau Mau Selamat
Masalah Undang-ndang Lalu Lintas, kita sangat mengharapkan dalam penerapan Undang-Undang Lalu Lintas ini tidak lain adalah terhadap kesadaran warga yang mempergunakan lalu lintas itu sendiri. Sebab pola pikir bangsa Indonesia pada saat ini, Undang-Undang Lalu Lintas tersebut di identikkan dengan keberadaan Petugas.

Padahal dalam kesadaran bernegara dan kesadaran hukum. Dimana tanpa adanya Petugas Lalu Lintas, maka kita mengharapkan supaya ada kesadaran warga untuk mematuhi Undang-Undang Lalu Lintas. Sebagaimana yang kita alami juga selama ini, jika lampu pengatur lalu lintas menunjukkan warna merah yang berarti berhenti, tetapi jika lalu lintas kosong, kendaraan di belakang kita terus mengklakson agar kita melanggar rambu lalu lintas. Kalau tidak, maka pemilik kendaraan di belakang akan emosi dan marah karena Polisi tidak ada di tempat. Inilah salah satu contoh kesadaran berlalu lintas di Negara Indonesia masih rendah.

Begitu juga mereka yang mempergunakan sepeda motor di jalan raya seharusnya di jalur sebelah kiri dan menyalakan lampu, begitu juga dengan becak. Akan tetapi pada kenyataannya di Indonesia mereka yang mengendarai sepeda motor dan becak berada di jalur cepat yaitu jalur sebelah kanan.

Hal ini membahayakan untuk keselamatan dirinya. Jadi dalam hal inilah sebagai modal dasar kurikulum Undang-Undang Lalu Lintas tersebut sangat perlu diterapkan mulai dari sekolah. Tetapi yang sebenarnya sangat urgent sekali adalah penerapan kesadaran hukum yang harus dibudayakan di Indonesia. Bagaimana bangsa Indonesia ini taat akan hukum, bagaimana bangsa ini patuh akan hukum, bagaimana bangsa ini sadar akan hukum tersebut. Sepanjang hal ini belum diterapkan, maka kita yakin apapun yang kita buat sama sekali masyarakat itu tidak akan patuh terhadap Undang-Undang Lalu Lintas.

Daftar Pustaka
o http://www.pikiran-rakyat.com/
o http://p-h-p.or.id/


TAGS Blogger for Safety Riding


-

Author

Follow Me